Menjadi Kaya dari Desa, Apakah Bisa ?

kaya dari desa

 

Anak saya sudah jadi PNS.

Anak saya sudah dapat angkatan.

Anak saya sudah PPPK.

Anak saya sudah kerja di dinas.

Anak saya sudah kerja di perusahaan BUMN.

Kalimat-kalimat itulah yang sering kita dengar ketika berinteraksi dengan orang tua generasi baby boomers, generasi x ataupun generasi milenial. Hal itu tidak salah, karena mereka merasakan ketenangan dan kenikmatan saat jerih payah perjuangan menyekolahkan anaknya tidak sia-sia. Ya, bisa kerja, dapat uang, ekonomi stabil, pandangan masyarakat yang prestisius, dan terlihat ‘wah’. Belum lagi untuk flexing di sosial media, atributnya tentu sangat mendukung. Tetapi di zaman yang serba modern ini, mengukur kesuksesan hanya terbatas dengan definisi-definisi tersebut merupakan pemikiran yang sempit nan kurang etis. Mengapa demikian?

Dulu Vs Sekarang

Zaman dulu, untuk mencari kestabilan finansial dan pekerjaan perlu berangkat merantau ke kota, karena hanya di kota akses-akses pekerjaan terbuka lebar. Zaman sekarang, dengan adanya internet mencari kestabilan finansial dan pekerjaan tidak harus berangkat ke kota, bahkan dari pojok ladang bisa menjadi kaya dari desa.

Dulu, relasi hanya bisa di bangun kalau kita keliling ke kota. Kenalan dengan pucuk pimpinan perusahaan, atau ngasih sogokan agar masuk kerjanya lancar. Zaman sekarang, relasi bisa dibangun dari pojok kamarmu atau gubuk kebunmu di desa. Bahkan, malah orang kota yang mencari keberadaan kita di Desa. Keren bukan? gimana caranya? kok Bisa? kuncinya adalah pertajam keahlianmu.

Kunci dari segala kunci

Resapi dan renungkan, keahlian apa yang kamu miliki. Asah sebaik mungkin, kalau perlu menjadi orang dengan keahlian terbaik di bidang spesifik. Kamu ahli di bidang pertanian, spesifikkan pertanian apa yang kamu fokuskan terlebih dahulu. contoh budidaya alpukat, maka kamu bisa pertajam keahlian merawat alpukat dari tanam bibit, panen hingga pasca panen.

Kamu ahli di bidang peternakan, spesifikkan peternakan apa yang kamu fokuskan terlebih dahulu. Contoh peternakan kambing, maka kamu bisa pertajam keahliaan merawat kambing dari kecil hingga besar.

Kamu ahli di bidang keuangan, spesifikkan keuangan apa yang kamu fokuskan terlebih dahulu. Contoh manajemen keuangan keluarga, maka kamu bisa pertajam keahlian itu sehingga banyak pasangan berkeluarga yang butuh dengan keahlianmu.

Strategi akurat untuk Kaya

Tidak berhenti dari situ, ketika kamu sudah ahli di bidang tersebut, maka strategi selanjutnya adalah bagaimana agar orang bisa tahu keahlianmu? kamu tidak perlu susah payah menawarkan dan promosi door to door ke kota, tapi cukup gunakan internet (handphone dan laptopmu) untuk mengenalkan keahlianmu.

Edukasi mereka dengan baik lewat konten, kuasai algoritma agar edukasimu dapat di rekomendasikan ke banyak orang, sehingga mereka merasa terbantu dan memiliki trust (kepercayaan) terhadap keahlianmu. Pelajari meriset keyword yang tepat, strategi Ads yang kuat, struktur konten yang merepresentasikan posisioning branding keahlianmu, copywriting dan publik speaking yang bagus.

Ketika keahlianmu sudah dikenal dan dibutuhkan banyak orang, maka otomatis kamu akan di cari dan di sowani meskipun kamu di desa. Hal itulah yang kami rasakan, meskipun kami dari desa malah orang kota banyak yang berkunjung kesini. itulah cara menjadi kaya dari desa. hehe

Syukur yang luhur

Kami merasa bersyukur, kesempatan dan peluang dari desa maupun dari kota sekarang hampir sama. Kami membangun relasi tidak perlu merengek-rengek atau sogok-menyogok ke kota, tapi murni karena profesionalisme keahlian yang di butuhkan banyak orang, sehingga meskipun di manajemen dari desa mereka tetap mencari bahkan mendatangi kami. Bahkan, client kami ada yang dari mancanegara. hehe

Kami tidak perlu terjebak macet dan polusi di kota untuk mencari uang yang besar, tapi tenang berpelukan di desa bersama udara segar nan bersih, angin sepoi dan kicauan burung, uangnya datang sendiri. Bahkan berlipat-lipat dari gaji UMR. hehe.

Kami tidak terpaku pada jam kantor dan absen, tapi kami bebas mengatur waktu untuk slow living mengajar ngaji, berjuang, bekerja, menanam, dan berkumpul dengan keluarga. Kami doakan semoga kalianpun bisa mendapatkan cita-cita yang kalian inginkan. Aaaamiin..

Sebagai penutup, ikuti kami memejamkan mata dan menyebut kata-kata ini satu persatu dengan damai penuh ketenangan, semoga hal ini terealisasi untuk kita semua,

Slow living di desa

Tanaman subur

Udara segar

Kicauan burung

Angin sepoi-sepoi

Mengaji

Berjuang untuk Agama

Rezeki melimpah

Rumah Joglo mewah

Mobil Prestisius

Berkumpul dengan keluarga

Relasi hingga mancanegara

 

Baca juga : Jadi Finalis Pebisnis Modal Dengkul

Previous Article

Peristiwa di Luar Nalar dan Kitab Hasyiyah Bajuri

Next Article

KH. Munsif Nachrowi Tohir dan Kesederhanaan

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *